Welcome to FMIPA UGM!!

Hai, bentar lagi PASCAL nih. Gimana perasaan kalian bisa diterima di FMIPA UGM?
Senang banget kan pastinya…

Sebagai awal pertemuan dan perkenalan di FMIPA UGM, maka diadakanlah PASCAL. Tujuannya adalah pengenalan kamu ke Kampus FMIPA, Dosen, dan tentu saja dengan teman-teman kamu. So, ikutan yach…

PASCAL 2009 akan diadakan mulai tanggal 19 – 21 Agustus 2009, so bagi kamu – kamu yang belum daftar..

Kamu bisa download form pendaftarannya disini kemudian diserahkan ke

Sekretariat BEM KM FMIPA UGM (CP: 08561036658 – Andreas).

Trus jangan lupa datang buat briefingnya tanggal 18 Agustus 2009 jam 06.00 WIB di MIPA Utara (Lapangan Basket) . Be Ontime yak! n Don’t miss it!

Asistensi Agama Islam

Asistensi Agama Islam (AAI) merupakan praktikum dari Mata Kuliah Agama Islam dan mempengaruhi 30% dari penilaian Mata Kuliah Agama Islam.

Oleh karena itu seluruh mahasiswa/i baru FMIPA UGM 2009 yang beragama Islam wajib mengikuti Placement Test AAI yang akan dilaksanakan pada:

tanggal : 10- 14 Agustus 2009
waktu : 09.00 – 15.00 WIB
tempat : ruang C1 – C3 (Mipa Utara)
materi : Baca Al Quran dan Pengetahuan Tentang Islam

Keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi:
- Fathan (0857 4784 5634)
- Winda (0856 4365 3111)

Mahasiswa, Gerakan, dan Perubahan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat datang wahai pejuang di kampus perjuangan UGM, suara pekikan dari jiwa-jiwa yang telah lama merindukan kedatangan kawan seperjuangan, mahasiswa baru FMIPA UGM 2009. Perjuangan mencapai hasil sekarang ini bukanlah perjuangan yang mudah, butuh pengorbanan baik fisik, akal, materi, bahkan jiwa untuk itu sudah seharusnya lidah, hati kita selalu mengucap syukur kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan salah satu karunia dan rizki-Nya. Apabila kita menilik kembali ke belakang mengenai perjuangan pra kemerdekaan, penumpasan PKI 1966, penggulingan rezim Soeharto 1998 yang dipenuhi keringat dan darah para pejuang yang tak kenal pamrih mungkin hampir sama dengan perjuangan yang kawan-kawan lakukan selama ini.

Mahasiswa merupakan gerakan intelektual dengan kekhasan karakteristiknya, kreatif, semangat, dan idealis. Gerakan mahasiswa sebagai pilar kelima demokrasi telah banyak memberikan bukti dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam usaha perubahan dan perbaikan Bangsa Indonesia sebelum bangsa ini lahir hingga saat ini, telah menjadikanya bukti bahwa mahasiswa berperan sebagai director of change. Di samping itu, peran vital mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat kepada birokrasi memang sudah tidak dapat dipungkiri lagi, rakyat yang telah banyak disengsarakan, dipermainkan sehingga memicu hati nurani mahasiswa untuk bergerak dan melakukan pembelaan terhadap kepentingan rakyat sesuai dengan peran mahasiswa sebagai social control.

Peran lain dari mahasiswa adalah sebagai iron stock, cadangan masa depan bagi kelangsungan dan keberlanjutan bangsa ini akan dibawa ke mana bangsa ini, apakah akan dibawa ke jurang kesengsaraan ataukah kesejahteraan tergantung dipundak mahasiswa hari ini. Namun kita melihat hari ini mahasiswa sudah semakin apatis (tidak peduli) dengan lingkunganya, pragmatis (hanya berfikir untung dan rugi) dari setiap tindakan yang akan diperoleh, kalau sudah begitu apakah akan muncul lagi Muh. Natsir baru yang rela meninggalkan kuliahnya demi memerdekakan bangsanya, meninggalkan zona kenyamanan menuju zona ketidakpastian, penuh perjuangan dan pengorbanan.

Hari ini gerakan mahasiswa mengalami tantangan yang berat namun bukan dari birokrasi negara yang otoriter namun penggembosan dilakukan oleh birokrasi kampus kita tercinta ini, UGM. Gerakan mahasiswa UGM yang dari dahulu terus memperjuangkan kepentingan rakyat mulai zaman Prof. Yohanes yang bejuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat ini telah terkotori oleh tangan-tangan kapitalisme, neoliberalisme antek-antek Bank Dunia, IMF, ADB dan korporatokrasi asing lainya yang tidak menginginkan kampus kerakyatan ini terus berkembang dan berjaya dengan tetap mempertahankan visi kerakyatannya. UGM menjadi World Class Research University bukanlah hal yang buruk namun pada saat usaha menuju ke sana ternyata dilakukan dengan menghalakan segala cara dan melupakan nilai-nilai yang telah dibangun dan ditanamkan oleh founding father UGM tentunya akan membuat mereka menangis apabila mengetahui kondisi UGM sekarang, kampus yang dahulu begitu dekat dengan rakyat sekarang lebih dekat dan memihak kepada birokrat.

Peniadaan ospek tingkat universitas selama dua tahun menjadikan salah satu indikasi adanya usaha untuk mematikan gerakan mahasiswa, melarang mahasiswa berpolitik dikampus (selain kampanye yang memang dilarang dalam UU PEMILU) semisalnya mengundang calon prsiden untuk melakukan kontrak politik maupun debat publik semakin mempertegas sikap represif halus terhadap budaya kritis mahasiswa.

Kawan-kawan seperjuangan sekali lagi kami ucapkan selamat datang di kampus yang dahulu kampus perjuangan ini dan Insya Alloh sampai hari ini tetap menjadi kampus perjuangan, ingatlah bahwa dalam setaip tetes darah yang mengalir dalam urat nadi kita ini ada peluh keringat rakyat Indonesia yang membayar pajak dengan rutin, sehingga sudah sepatutnya kita membalasnya dengan memperjuangkan kepentingan rakyat golongan kurang beruntung demi Indonesia yang adil dan sejahtera.

Perjuangan tak akan pernah berhenti selama masih ada secuil ketidakadilan terhadap rakyat Indonesia dan mundur dari perjuangan adalah sebuah penghianatan.


Hidup Mahasiswa Indonesia….!!!

Hidup Rakyat Indonesia…!!!

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Aza El Munadiyan

Ketua BEM KM FMIPA UGM

Mahasiswa kemarin, hari ini dan yang akan datang

Assalamu’alaikum wr.wb

Selamat datang rekan mahasiswa baru 2009. Salam perjuangan, Salam sejahtera bagi kita semua.

Bersyukur atas kehadirat Tuhan YME yang telah menggabungkan kuasa-Nya dan kerja keras rekan-rekan sehingga mampu mengantarkan rekan-rekan tergabung dalam keluarga FMIPA UGM. Fakultas yang dijuluki fakultas sains dengan segudang prestasi dan beribu-ribu sejarah ada di dalam fakultas ini.

Sekilas, menjadi mahasiswa terlihat begitu asyik dan menyenangkan. Menyandang predikat sebagai MAHASISWA membuat kita bangga. Bagaimana tidak, kita termasuk ke dalam 4% dari jumlah seluruh masyarakat Indonesia. Bayangkan rekan-rekan, jumlah kita hanya 4%. Namun, jumlah yang sedikit ini diharapkan 250 juta rakyat Indonesia untuk memimpin negeri ini di masa yang akan datang. Amanah besar yang dibebankan kepada kita selaku mahasiswa.

Jika diposisikan ke dalam Indonesia, mahasiswa selalu menjadi bagian dalam perjalanan bangsa Indonesia. Kita tentu masih ingat pada tahun 1998, ketika mahasiswa berhasil menggulingkan sebuah rezim yang dianggap tidak bisa dihancurkan. Semangat perjuangan pada masa itu mampu menghasilkan sebuah hasil yang dianggap mustahil sebelumnya.

Bagaimana dengan mahasiswa hari ini? Mahasiswa yang terlena dengan agenda-agenda pribadinya. Terlupakan sudah amanah besar yang ada di dalam pundak kita. Apakah itu yang kita inginkan? Menjadi mahasiswa yang baik bukan berarti hanya mementingkan aspek pribadi saja. Director of Change, Agent of Social Control, dan Iron Stock menjadi alasan kenapa 250 juta masyarakat ini berharap akan lahirnya pemimpin yang baik.

Keberagaman potensi yang kita punya seharusnya mampu mengantarkan menjadi sebuah pribadi kuat, masyarakat yang tangguh dan akhirnya menjadi sebuah bangsa yang besar. Bangsa yang mampu bersaing di antara bangsa-bangsa lain. Mimpi besar yang menjadi kenyataan ketika rekan-rekan selaku mahasiswa mau bekerja keras dan berfikir outside the box.

Titik sejarah lahirnya saintis negarawan yang berkkepribadian. PASCAL 2009 menjadi momen penting untuk belajar dari masa lalu, mengoreksi hari ini, dan mengatur rencana untuk masa depan.

Selamat menjalankan aktivitas di dalam PASCAL 2009. Yakinlah untuk terciptanya masa depan yang lebih baik.

Hanya ada satu pilihan: ke depan, maju dan terus maju.

Tak ada kata mundur! Kita harus menang (Jendral Thariq bin Ziyad)

Menilik sejarah pergerakan mahasiswa

Oleh
Aza El Munadiyan

Sejarah pergerakan dan perubahan diberbagai negara mencatat peranan gerakan mahasiswa sebagai inspirator melalui gagasan dan tuntutanya. Mahasiswa tampil sebagai garda terdepan perjuangan dengan keberanianya dan dikenang sebagai pahlawan dalam pengorbananya. Catatan perjuangan mahasiswa tidak sealu diakhiri dengan kemenangan namum ide-ide perjuangan mahasiswa tidak akan pernah mati sampai kemenangan diraih oleh para penerus dan pendukungnya

Selamat datang mahasiswa baru F MIPA UGM angkatan 2009. Bersyukurlah Kepada Tuhan YME karena hari ini kita menjadi salah satu orang yang beruntung bisa mengenyam pendidikan tinggi khususnya di F MIPA UGM dimana ditempat lainya masih banyak teman dan saudara – saudara kita yang lain yang tidak mampu merasakan apa yang kita rasakan saat ini. Saat ini adalah salah satu moment penting dalam perjalanan panjang kehidupan kawan-kawan semua, masa perkuliahan adalah miniatur kehidupan kita kelak artinya apabila saat ini kita melakukan tindakan – tindakan yang memberikan banyak manfaat bagi orang lain, memberikan banyak pembelajaran kepada kita, maka pada saat kita telah mengakhiri masa perkuliahan ini kita tidak akan canggung, bingung dalam menghadapi pahit manis kehidupan.

Menilik perjalanan panjang sejarah bangsa ini tentu tak terlepas dari peran pemuda, awal pergerakan Bangsa Indonesia dimulai dengan pendirian Budi Utomo setelah itu menghasilkan Sumpah Pemuda yang menjadi cikal bakal kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan Republik Indonesia juga berkat kejelian pemuda Indonesia dimana melihat posisi sekutu yang lemah ( vacuum of power ) sehingga mereka berinisiatif untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dan akhirnya berhasil walaupun dengan proses yang rumit dan sedikit radikal namun itulah seninya. Setelah kemerdekaan Indonesia pemuda tak lantas diam menikmati kemerdekaan ini namun pemuda Indonesia tetap peka, kritis, peduli dan berkontribusi nyata dengan 2x menumbangkan pemerintahan yang tidak memihak rakyat yaitu pemerintahan Soekarno dan Soeharto.

Melihat kilas balik sejarah diatas apakah kita tidak merasa malu? Saat ini kita dipenuhi dengan berbagai hal yang memudahkan, mengenakan, serba ada, serba bebas yang membuat kita mabuk kepayang. Jika hari ini pemuda-pemuda Indonesia zaman dahulu, Ki Hajar Dewantoro, M Natsir, Moh. Hatta mengetahui para penerusnya mabuk dengan minuman keras, narkoba, free sexs dan hal – hal lain yang memabukan tentu mereka akan menangis bahkan menyesal telah menjadikan Indonesia merdeka, lebih baik Rakyat Indonesia makan pangkal pohon pisang dari pada tunduk pada penjajah. Apabila hari ini kita baru sadar belum terlambat untuk merubah semuanya, dengan menerapkan 3 peran dan fungsi mahasiswa yaitu Director Of Change, Agent Of Social Control dan Iron Stock kita mampu meneruskan perjuangan para founding father bangsa ini.

Peran dan fungsi mahasiswa yang pertama sebagai Director Of Change adalah mahasiswa berperan dalam merancang, melaksanakan, dan merealisasikan setiap perubahan- perubahan menuju kearah yang lebih baik. Mahasiswa di harapkan mampu menjadi penyambung lidah rakyat terhadap pembuat kebijakan dan penerjemah lapangan terhadap setiap kebijakan dari pembuat kebijakan. Mahasiswa adalah garda terdepan perjuangan rakyat, apabila hari ini mahasiswa telah menjadi mahasiswa yang apatis, pragmatis maka bersiapalah menyambut kehancuran bangsa ini. Peran dan fungsi mahasiswa yang kedua sebagai Agent Of Social Control adalah mahasiswa harapkan memiliki kepekaan, kepedulian, dan kontribusi nyata terhadap masyarakat sekitar tentang kondisi yang teraktual dengan berperan sesuai dengan bidang keilmuan masing- masing. Asumsi yang kita harapkan dengan perubahan kondisi social masyarakat tentu akan berimbas pada perubahan bangsa. Intinya mahasiswa diharapkan memiliki sense of belonging yang tinggi sehingga mampu melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

Peran dan fungsi mahasiswa yang ketiga adalah Iron Stock, dalam hal ini mahasiswa diartikan sebagai cadangan masa depan. Pada saat menjadi mahasiswa kita diberikan banyak pelajaran, pengalaman yang suatu saat nanti akan kita pergunakan untuk membangun bangsa ini. Pada saat generasi yang memmipin bangsa ini sudah mulai berguguran pada saat itulah kita yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini. Namun apabila hari ini ternyata kita tidak berusaha mambangun diri kita sendiri apakah mungkin kita kan membangun bangsa ini suatu saat nanti? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing, umtuk itu tetap setia digaris massa karena mundur dari perjuangan adalah sebuah penghianatan.

March 2010
M T W T F S S
« Aug    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Categories