Home » Kajian Pergerakan Mahasiswa » Kajian Strategis » RELEASE KAJIAN BBM TURUNNYA HARGA BBM DAN PENGARUHNYA BAGI HARGA SEMBAKO DAN BIAYA TRANSPORTASI DI WILAYAH DIY YOGYAKARTA

RELEASE KAJIAN BBM TURUNNYA HARGA BBM DAN PENGARUHNYA BAGI HARGA SEMBAKO DAN BIAYA TRANSPORTASI DI WILAYAH DIY YOGYAKARTA

Pemerintah kembali menurunkan harga BBM nonsubsidi terhitung mulai 1 April 2016. Dilansir melalui situs resmi Pertamina, www.pertamina.com, PT. Pertamina (Persero) menurunkan harga Bahan Bakar Minyak umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Dex, Pertalite, Premium dan Solar.

Penurunan harga meliputi Pertamax yang semula Rp7.750 per liter turun menjadi Rp7.550 per liter, Pertamax Plus turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter, Pertalite turun dari harga Rp7.300 per liter, menjadi Rp7.100 per liter, Premium turun dari harga Rp 6.950 per liter menjadi Rp 6450 per liter, serta Solar mengalami penurunan dari Rp 5.650 menjadi Rp 5.150 per liter. Pada produk diesel berkualitas tinggi, yakni Pertamina Dex turut mengalami penurunan harga dari semula Rp8.600 per liter menjadi  Rp 8.400 per liter. Solar/Biosolar non subsidi mengalami penurunan dari  Rp7.150 liter menjadi Rp 6.950 per liternya. Penurunan ini terjadi akibat tren harga minyak dunia yang sebelumnya mengalami penurunan hingga sekitar US$30 per barrel pada awal tahun 2016 ini.

Harga minyak dunia mengalami kenaikan sedikit lebih tinggi akibat dari pelemahan nilai tukar dollar terhadap rupiah. Pada tanggal 12 April 2016 harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), naik menjadi di US$41,45 per barrel di New York Mercantile Exchange (NYMEX), sementara minyak mentah acuan Brent naik menjadi US$44,06 per barrel. Dengan konversi 1 barrel sebesar 158.9873 Liter.

Penurunan Harga BBM dan dampaknya terhadap harga barang di pasar.

Harga BBM yang turun sebesar 500 rupiah untuk bahan-bakar minyak jenis premium dan solar diharapkan dapat ikut menurunkan harga-harga. Harga barang-barang pokok, harga biaya transportasi, logistik, dan kebutuhan barang untuk meningkatkan daya beli dari masyarakat di Indonesia. Namun hingga saat ini harga barang cenderung dalam posisi stagnan (tidak mengalami perubahan). Kepala Seksi Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop Bantul Zanita Sri Andanawati mengatakan, harga sembako tidak banyak terpengaruh oleh naik turunnya harga BBM, turunnya harga sembako lebih sering disebabkan oleh pengaruh faktor cuaca, hasil panen dan ketersediaan barang di pasar. Kondisi cuaca merupakan faktor yang memiliki dampak terbesar karena baik buruknya kualitas panen, yang berpengaruh pada jumlah bahan pokok dan ketersediaan bahan pangan yang berhasil dipanen. Kebutuhan terhadap barang cukup tinggi tanpa diiringi dengan ketersediaan barang dapat menyebabkan terjadinya inflasi.

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Bank Indonesia (BI) menyatakan, inflasi Indonesia harus dikendalikan ke level yang sehat. Jika inflasi tidak terkendali maka akan tercipta iklim yang kurang kompetitif sehingga menyebabkan tingkat bunga tidak bisa diturunkan. Untuk itu, BI bersama pemerintah terus berkoordinasi agar harga rendah dan stabil dengan tingkat inflasi terjaga di kisaran 3%-5%.

Hingga tanggal 30 Maret 2016, sehari sebelum kebijakan turunnya harga BBM, Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,02%. Inflasi yang terjadi pada bulan Maret lalu disebabkan karena adanya kenaikan harga-harga, kelompok bahan makanan naik 0,67%; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik 0,18%;kelompok sandang naik 0,58%; dan kelompok kesehatan naik 0,64%. Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar turun 0,23%; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga turun 0,02%; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,93 persen. Inflasi pada kota DIY termasuk dalam kondisi yang masih normal, karena proses naiknya harga barang cenderung diikuti dengan turunnya harga barang sehingga ada keseimbangan dalam perkembangan harga.

Dampak perubahan harga BBM pada kondisi transportasi

Harga BBM yang turun per 1 April 2016 memberikan pengaruh bagi kondisi transportasi di Indonesia, antara lain biaya bis kota dan besaran biaya tiket kereta api. Penulis telah melakukan survey langsung dampak perubahan harga BBM terhadap besaran biaya transportasi Bus Kota pada tanggal 2 April 2016, saat hendak menuju wilayah Malioboro menggunakan Kopata dari wilayah UGM, penulis tetap ditarik biaya dengan harga normal, yaitu Rp4000 tanpa mengalami penyesuaian besaran tarif. Penulis yang bertanya ke kondektur kemudian mendapatkan respons bahwa memang penurunan harga BBM tidak serta merta mengalami penurunan melainkan secara bertahap.

Pola yang sama juga ditemukan pada perubahan biaya tiket kereta api. Dikutip dari harian republika tanggal 12 April 2016, Kereta Api tipe Ekonomi kembali mendapatkan subsidi Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah. Publik terkadang masih menyalahartikan antara PSO dan Subsidi, meskipun PSO merupakan salah satu bagian dari subsidi, keduanya memiliki pengertian yang berbeda.

Public Service Obligation (PSO) adalah biaya yang harus dikeluarkan Negara akibat disparitas/perbedaan harga pokok penjualan BUMN/Swasta yang ditetapkan oleh pemerintah agar pelayanan produk/jasa tetap terjamin dan terjangkau oleh sebagian besar masyarakat (publik), sementara Subsidi  adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh Negara akibat disparitas/perbedaan harga pasar dengan harga atas produk/jasa tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin. PSO diatur oleh UU RI No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara Pasal 66 ayat 1.

Penurunan ini tertuang pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 35/2016. Dalam permen tersebut, 20 KA Ekonomi bersubsidi jarak jauh dan sedang mengalami penurunan tarif. Kereta Api (KA) yang mengalami penurunan tariff antara lain KA Logawa Jurusan Purwokerto-Jember, KA Serayu jurusan Purwokerto-Pasar Senen, KA Bengawan jurusan Purwosari-Pasar Senen, KA Gaya Baru Malam jurusan Pasar Senen-Surabaya Gubeng, KA Pasundan jurusan Surabaya Gubeng-Kiara Condong, KA Kahuripan jurusan Kiaracondong-Kediri, serta KA Kutojaya Selatan jurusan Kutuarjo-Kiaracondong. Namun perubahan tarif baru mulai berlaku pada 1 Juli 2016 mendatang. Seiring dengan dekatnya waktu libur lebaran 1437 H yang kira-kira jatuh pada tanggal 6 Juli 2016 mendatang.

Kesimpulan

Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan pada level sekitar US$40 per barrel nya dari sebelumnya berada pada kisaran hingga sekitar US$30 per barrel nya. Pemerintah sebagai penentu dan pemangku kebijakan diharapkan untuk ikut berperan menghadapi kenaikan harga minyak mentah dengan menurunkan harga BBM. Harga bahan-bahan pokok, ketersediaan bahan bakar, dan biaya transportasi umum tentu tidak serta merta mengalami penurunan. Namun penurunan harga BBM ini diharapkan menjadi awal dan mampu menurunkan harga barang dan biaya transportasi, sehingga memberikan dampak positif bagi gairah ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *