Home » Kajian Pergerakan Mahasiswa » Advokasi » JAWABAN RILIS TUNTUTAN DAN ASPIRASI, DIES NATALIS MIPA KE-60

JAWABAN RILIS TUNTUTAN DAN ASPIRASI, DIES NATALIS MIPA KE-60

Jumat, 18 September 2015, tepat satu hari sebelum Lustrum ke-XII Fakultas MIPA UGM, Presiden Mahasiswa dan Kepala Departemen Advokasi BEM KM FMIPA UGM menemui Bapak Pekik Nurwantoro selaku Dekan FMIPA UGM dalam rangka menyerahkan rilis aspirasi dan tuntutan yang dirumuskan atas nama Keluarga Mahasiswa FMIPA UGM. Berikut jawaban rilis yang dapat kami sampaikan. Jawaban dari pihak Dekanat terkait delapan tuntutan kepada pihak fakultas yaitu:• Memberikan skema penyesuaian UKT yang jelas dan bijak kepada para mahasiswaFakultas MIPA UGM sejak dulu mengikuti Universitas (sesuai rapat koordinasi WRAK dengan Wadek Akademik dan Kemahasiswaan/WDAK seluruh Fakultas dan Sekolah Vokasi di lingkungan UGM) dalam mekanisme penyesuaian UKT. Skema tersebut tidak dipublikasikan secara luas dikarenakan bersifat Edaran atau Panduan dari universitas, bukan Surat Keputusan Rektor, agar seluruh WDAK di UGM memiliki keseragaman dalam menentukan permohonan penyesuaian UKT. Meskipun Skema tersebut tidak diedarkan, WDAK selalu menjelaskan Skema tersebut kepada individu yang mengajukan maupun anggota Advokasi BEM ketika bertatap-muka. • Memasukkan tanggungan menjadi parameter penentuan UKTParameter penentuan UKT merupakan salah satu poin yang dirumuskan bersama ditingkat universitas. Disepakati tidak menjadikan keseluruhan anak sebagai jumlah tanggungan ke dalam salah satu parameter penentu terkait pertimbangan generik pada sistem. Banyak faktor lain yang lebih fisibel untuk penentuan kemampuan orangtua seperti keadaan rumah dan perangkat isinya, pembayaran PLN dan indikator lain.• Tidak menghapuskan penundaan UKT/SPP• Mekanisme penundaan diperjelas dan diperbaiki termasuk timeline yang sering mendadak(Jawaban poin 3 dan 4 disatukan). Telah disepakati bahwa mulai semester depan akan tidak ada lagi penundaan UKT/SPP. Mahasiswa perlu memenuhi jadwal yang ditentukan universitas karena ketertiban administrasi berupa pemahaman jadwal merupakan bagian yang tidak terpisah bagi kelancaran organisasi. Meski demikian, FMIPA bersama beberapa fakultas mengusulkan pemikiran agar sangsi bagi pembayaran tidak tepat waktu adalah tidak berupa cuti atau tidak aktif kuliah, namun berupa sangsi akademik misalnya berupa pemotongan SKS maksimal yang bisa diambil (seperti yang berlaku di National University of Singapore/NUS). Bentuk sangsi masih dikoordinasikan di universitas.• Kejelasan pembayaran kuliah lapangan untuk mahasiswa Geofisika apakah termasuk dalam UKT atau tidakPerumusan UKT berawal dari Program Studi masing-masing. Dalam hal ini, Prodi Geofisika serta Kimia melihat ada variasi yang besar untuk merumuskan seluruh kebutuhan anggaran kuliah lapangan dan penelitian Tugas akhir ke dalam UKT karena tujuan (tempat) kuliah lapangan yang berbeda-beda tiap mahasiswa dan kebutuhan bahan kimia untuk penelitian belum dapat diperkirakan sejak dini. Sehingga, biayanya pun berbeda-beda. Hal inilah yang menyebabkan mahasiswa Geofisika serta Kimia boleh jadi masih memerlukan tambahan pembiayaan untuk keperluan kuliah lapangan atau penelitian Tugas Akhir. Meski biaya kuliah lapangan atau penelitian Tugas Akhir Kimia tidak seluruhnya dapat tercover dalam UKT, namun dipastikan bahwa biaya tersebut bukan digunakan untuk proses pembelajaran itu sendiri. Jika ada biaya tambahan, maka biaya tersebut merupakan biaya yang digunakan langsung untuk mahasiswa seperti biaya menuju lokasi, biaya penginapan dan makan serta biaya pembelian bahan Kimia.• Koordinasi antara universitas, fakultas, jurusan, dan direktorat di UGM harus diperbaiki, diperjelas, dan dipertegas Dekanat mengakui bahwa koordinasi yang lemah masih menjadi kekurangan UGM, namun pihak UGM termasuk FMIPA berusaha untuk terus meningkatkan koordinasinya agar menjadi lebih baik. Salah satunya adalah menerapkan sistem Paper-Less Office, pemberian informasi melewati sistem komputer bukan lagi dengan kertas yang dikembangkan staf FMIPA yaitu Pak Bambang Prastowo, serta menghapuskan tahapan yang tidak perlu dalam penyaluran informasi agar informasi bisa diterima dengan cepat dan jelas. • Memberikan kejelasan terhadap SBA dan mahasiswa MIPA tentang lokasi parkir setelah gedung C selesai dibangun bulan Desember 2015.Meski pembangunan akan selesai bulan Desember, namun masih ada masa pemeliharaan gedung selama minimal enam bulan. Jika selama masa pemeliharaan lokasi di sekitar gedung sudah boleh digunakan, maka sepeda motor yang sebelumnya parkir di lapangan basket akan dipindah di sekitar gedung baru. Termasuk jika memungkinkan tempat parkir di depan Auditorium pun juga akan dipindahkan ke sana. Sehingga di tengah-tengah kampus benar-benar bersih dari motor dan polusinya. • Memberikan kepastian perbaikan lapangan basket pasca dijadikan lapangan parkir.Pihak dekanat telah memberikan kepastian akan memperbaiki lapangan basket pasca dijadikan tempat parkir apabila lapangan tersebut mengalami kerusakan. Anggarannya pun telah dirumuskan dalam AD/ART. Lapangan Basket jelas akan diperbaiki dan difungsikan seperti semula atau ditambahkan fasilitas untuk kegiatan keolahragaan yang lain.Terkait lima aspirasi atau saran yang juga diajukan yaitu :• Memberikan batasan zona merokok di kampus• Mempertegas alur dan aturan parkir baik di kampus selatan maupun utara. Terutama aturan parkir di lapangan basket hingga jam 16.00 WIB.• Meningkatkan pelayanan akademik maupun nonakademik termasuk penjelasan tentang fasilitas SIC.• Memberikan apresiasi terkait pengembangan prestasi mahasiswa MIPA terutama di bidang olahraga dan seni, bukan hanya akademik.• Memasang himbauan untuk menjaga lingkungan kampus agar senantiasa bersih dan hijau secara fisik dan nonfisik. Pada prinsipnya, pihak Dekanat memberikan keleluasaan kepada KM FMIPA UGM jika ingin memberikan tanda larangan merokok, menjaga kebersihan kampus, himbauan parkir rapi, dan hal lain yang dapat memberikan konstribusi baik dan mendukung Safety, Health and Environment terhadap FMIPA. Tentu saja pihak Dekanat akan mendukung baik secara moril maupun finansial. Fakultas tidak pernah membedakan prestasi dalam bentuk apapun, baik akademik, olahraga dan seni. Fakultas dan Universitas memberikan apresiasi bagi setiap insan yang dapat membawa nama baik institusi, baik fakultas maupun uinversitas, pada ajang kompetisi tingkat Nasional dan Internasional, baik akademik, seni, olahraga maupun bentuk prestasi lainnya.   Terkait dengan SIC, pihak Dekanat telah mengkaji bahwa selama beberapa tahun terakhir, pemanfaatn SIC sangat tidak optimal seiring meningkatnya penggunaan wireless melalui perangkat HP, Tablet dan Notebook. Untuk itu FMIPA akan mengalihfungsikan SIC berupa peningkatan akses wireless di banyak spot dan common area di lingkup fakultas. Gedung SIC akan dioptimalkan untuk keperluan unit-unit yang masih minimal seperti Jurusan Matematika, Jurusan IKE atau Perpustakaan. Demikian jawaban dari Dekan FMIPA UGM atas tuntutan yang diberikan oleh KM FMIPA UGM. Tanggapan ini tentu perlu diapresiasi oleh seluruh Mahasiswa FMIPA UGM. Namun ada beberapa hal yang menjadi catatan bagi kami. Perihal UKT, kami sangat berharap Tanggungan orang tua menjadi pertimbangan dalam menentukan nilai UKT. Serta Kami berharap Dekanat terus berperan aktif dalam memperbaiki masalah koordinasi di UGM. Karena masalah koordinasi sangat signifikan dampaknya bagi mahasiswa, khususnya perihal masalah keuangan/pembayaran.Kami ucapkan terimakasih kepada pihak Dekanat yang telah menjawab aspirasi kami, besar harapan kami selaku mahasiswa FMIPA agar Dekanat senantiasa terbuka untuk menampung dan menjawab aspirasi kami selaku mahasiswa FMIPA UGM.KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS MIPA UGMBem KM Fmipa Ugm Fahmi Aziz Advokasi Mipa Ugm Lsis Fmipa Ugm Himasta Fmipa Ugm Himatika UGM Kmfm Ugm HIMAKOM UGM HMEI UGM KMK UGM KMF FMIPA UGM Komunitas Fisika Gadjah Mada ( KFGama ) HMGF UGM Kmkath Mipa Ugm PMK Science Basketball Association (SBA) SMC Pasains SFC DPM KM FMIPA UGM

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *