Home » Kajian Pergerakan Mahasiswa » Advokasi » Corat-Coret tentang ADVOKASI

Corat-Coret tentang ADVOKASI

Setiap orang di dunia pasti mempunyai masalahnya masing – masing dan setiap masalah pasti selalu ada jalan keluar serta penyelesaiannya. Penyelesaian yang kongkrit terkadang mungkin tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Manusia adalah penuntut umum yang amatir, seringkali dia tidak puas dan selalu merasa kurang. Apabila tonggak titik temu penyelesaian sudah ada rasanya ada keberpihakan yang kurang terasa. Lalu apakah yang harus kita lakukan, banyak masalah di bumi manusia ini yang semestinya ada feedback untuk menjadi tidak rumit namun menjadi ruwet dan carut marut karena ulah manusia itu sendiri. Ketika ada sebuah pernyataan:

“Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri.”

Maka, disinilah peranan kita, mau tidak mau dan tidak dipungkiri, kita adalah PEMUDA. Bukan hanya faktor usia yang masih muda atau dandanan dan trendnya yang mengikuti arus zaman, tapi harus disadari bahwa kitalah harapan bangsa ini, bangsa Indonesia tercinta. Peranan kita bukan saja sebagai pelaksana dan pelaku pendidikan yang idealis, bukan saja sebagai pengembang modernisasi yang dinamis, namun kitalah agen of change dari bangsa yang sedang dilematis dengan berbagai krisis yang menimpanya ini. Bukan hanya itu kalau mau bercermin lagi kita adalah salah satu aset penduduk bangsa yang paling penting, ini bukan sedang berbangga diri atau merasa “geer”, tapi coba kita berbenah bersama – sama.

Oke, mari melayang …

Sebelum bangsa ini meraih dan meniti kemerdekaan yang memang sampai saat ini belum benar – benar bisa dirasakan secara nyata, tapi apa mau dikata kita memang sudah merdeka tepatnya tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu, peranan pemuda sudah sangat dirasakan kontribusinya terhadap bangsa, pada tahun 1908 Budi Utomo memulai pergerakan Nasionalnya, pada tahun 1928 Sumpah Pemuda menjemput persatuan dan kesatuannya, lalu hasil nyatanya yaitu 1 hari sebelum Indonesia dinyatakan merdeka, pemuda jugalah yang berperan besar, sampai akhirnya bangsa yang telah lama menempuh berbagai perjuangan ini meraih sebuah kata “MERDEKA”. Tidak sampai disini, merdeka belum tentu tidak ada masalah dalam bangsa yang terus melanda, justru berbagai ujian datang lagi, Indonesia memang negara tertegar di dunia, mari berbanggalah! Setelah merdeka, mungkin bisa dibilang ada part – part sejarah bangsa ini yang konotasinya bisa dibilang mengharukan, mulai dari Orde Lama, Orde Baru, sampai Reformasi hingga sekarang ini. Reformasi. Whats for???

Mudah memang mengatakan Reformasi, namun nyatanya beribu pemudalah yang memperjuangkan hal ini, bertaruh nyawa bersama – sama mengepung gedung MPR karena kekuasaan yang dirasakan tidak sistematis, kemerdekaan yang ada dihujani dengan ketidakadilan, Pemerintah berjalan secara sepihak, dan apa lagi??? Ketika sekarang reformasi itu sudah ada digenggaman tangan, tetapi masalah pun belum selesai, sistem Pemerintahan seolah menjadikan rakyat sebagai taruhannya. Apa kita akan terus diam atau hanya akan terus belajar mendapat nilai terbaik di kelas, atau malah menghindar *baca: pecundang* ???

Mari merangkai kata, mari menulis, mari bercerita, mari mengubah bangsa, mari memajukan bangsa, dan satu kata untuk semua itu: A-D-V-O-K-A-S-I.

Berbicara tentang advokasi, maka kita berbicara tentang suatu pembelaan, keberpihakan, kepahaman dan keikhlasan. Lalu pada siapa kita akan berpihak??? Yaa, tentu saja pada rakyat . Rakyat pasti akan menang, rakyatlah ikon negara yang menjadi tujuan utama suatu sistem Pemerintahan. Oke, hai advokasi, mari kita terus bersahabat, melekatlah engkau pada setiap insan pemuda bangsa Indonesia ini.

Maka, ketika birokrasi mempertaruhkan sebuah keadilan, disinilah advokasi datang. Malaikat rakyat yang minoritas tapi sangat berintegritas.

Advokasi tidak selalu berkaitan dengan aksi yang mungkin slalu berkonotasi anarkis, tapi advokasi merupakan implementasi suatu idealisme yang mengantarkan pada keberpihakan pada rakyat yang tertindas, rakyat yang seharusnya dapat dijamin kehidupannya oleh negara, rakyat yang kepentingannya tidak tersalurkan, rakyat yang penderitaannya belum berakhir, rakyat yang selama ini menjadi pertaruhan kejayaan bangsa.

Pemuda, jangan hanya bicara, pemuda jangan hanya berkata – kata, pemuda rangkullah rakyat, satukan idealisme, musnahkan ketidakadilan, hilangkan krisis negara, nyatakan kemerdekaan yang sesungguhnya dan jayakan tanah air Indonesia 🙂

-o0o-

Written by: Hasti Unggul Pambudi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *