Negarawan Muda

  • 0

Negarawan Muda

Category : Kajian Strategis

Bukanlah negarawan bila hanya duduk diam tanpa kontribusi untuk masyarakat sekitar.

Diskusi Negarawan Muda telah dilaksanakan pada Rabu (25/3) lalu dan bertempat di ruangA1-06 dan A1-07. Diskusi ini merupakan hasil kerjasama antara Lembakga Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) UGM dan BEM KM FMIPA.  Tak mengherankan bila narasumber yang dihadirkan ialah para penerima beasiswa tersebut seperti Ahsan Ramadhan, Ekamara A. Putra, Fadjar Mulya, Gisca Ajeng, Irma Novikawati, dan Shoim Mardiyah.

Diskusi yang dipandu oleh Izza Rahmani dan Sepdiansyah S. F. ini mengambil tema Menjadi sosok negarawan untuk Indonesia yang madani dan berdaulat dengan moderator Wahyudi Simanullang. Diskusi ini berlangsung sejak pukul 15.30 hingga 17.30 dan dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta dari berbagai fakultas di UGM. Dalam acara ini, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu dari diskusi namun juga mendapatkan buku Menagih Janji Negarawan.

Sebenarnya pembahasan dalam diskusi ini tidak hanya berkutat pada sosok negarawan muda, namun juga menyoroti tentang isi buku Menagih Janji Negarawan dan sosialisasi Beasiswa Aktivis Nusantara. Di sesi awal, peserta diajak untuk mendefinisikan tentang seorang aktivis. Seorang aktivis adalah seorang yang dapat berkontribusi terhadap masyarakat yang dapat dikatakan sebagai negarawan, tetapi bukan politikus. Secara prespektif, politikus hanya mengabdikan dirinya selama 5 tahun sedangkan pengabdian aktivis/negarawan hingga lintas generasi.

Keberadaan negarawan yang berkecimpung langsung di dunia politik sekarang ini dinilai tidak memiliki eksistensi sehingga membuat masyarakat pesimis, berbeda dengan negarawan yang berkontribusi langsung kepada masyarakat karena masih banyak orang yang tergerak hatinya untuk berkontribusi melalui lembaga/organisasi sehingga Indonesia patut optimis.

Seorang mahasiswa dapat dikatakan sebagai Negarawan Muda ketika mereka berkontribusi terhadap masyarakat. Sebagai Negarawan Muda, sudah sepatutnya mahasiswa untuk tidak berhenti belajar, peka terhadap lingkungan sekitar, bertanggung jawab, inovatif, serta berintegritas. Dengan memiliki sifat tersebut, Indonesia yang madani dan berdaulat pun dapat diwujudkan.

Pada sesi selanjutnya peserta diajak untuk menyoroti buku Menagih Janji Negarawan yang merupakan cerminan dari visi-misi Jokowi-JK selama masa kampanye.  Oleh karena itu, buku ini ditulis sebagai kritik sosial, tekanan politik, maupun propaganda untuk meberikan nilai positif bagi negara. Meskipun dirasa kurang efektif, namun buku ini merupakan hasil nyata mahasiswa dalam usahanya untuk menjadi negarawan.


About Author

BEM KM FMIPA UGM

Sebuah Website dari BEM KM FMIPA UGM

Leave a Reply